Pernyataan Resmi Sekaligus Klarifikasi dan Hak Jawab atas Postingan Ibu Leni Yuliani Khadavi

Oleh Ruswandi


Diposting 08 Januari 2020 - 14:20:40 | 2011 Views | 4.3 Menit waktu baca




Assalamu'alaikum wr.wb

Bismillahirrohmanirrohim

Menanggapi berita dan informasi yang beredar di luar pondok dan di Media Sosial, maka dengan ini kami perlu memberi pernyataan secara resmi sekaligus Klarifikasi dan hak jawab kami atas postingan Leni Yuliani Khadavi sebagai berikut :

1. Kronologis kejadian (berdasarkan keterangan dari para saksi) :
Pada hari kamis tanggal 19 Desember Ananda Raihan siswa kelas 7 E SMP Al-Ittihad yang bermukim di kamar 1 Arruqoyah sedang berdiam diri di kamar saat menjelang waktu magrib. Sebagai bentuk bimbingan, pembimbing kamar mengingatkan para santri untuk melaksanakan Sholat jamaah di masjid, namun pembimbing kamar mendapati Ananda Raihan sedang berdiam diri di kamar, kemudian sigap pembimbing kamar menanyakan alasan adinda Raihan masih berdiam diri di kamar. Adinda Raihan mengutarakan alasannya karena merasa demam dan sakit di bagian perut.
Dengan penuh rasa tanggung jawab pembimbing kamar bertanya, apakah kamu sudah makan hari ini?. Kemudian sebagai pertolongan pertama pembimbing kamar memberikan obat Promag serta me ‘ngerok’ punggung adinda Raihan sebagai bentuk tanggung jawab membimbing anggota kamar.
Kabar Adinda Raihan sakit pun diketahui oleh wali kelas nya Ust Adit. Wali kelas pun pada malam jum'at ba'da maghrib mendatangi adinda Raihan menanyakan perihal rasa sakit yang diderita. Kemudian wali kelas ber inisiatif membeli obat Mylanta ke apotek sebagai ikhtiar untuk mengobati sakit adinda Raihan.
Keesokan harinya pembimbing kamar Adinda Raihan menanyakan perihal kesehatan nya, Raihan menjawab, Sudah mendingan kak.
Pada hari sabtu tanggal 21 Desember 2019 bertepatan dengan pembagian rapot, adinda Raihan terlihat ada di kelas untuk mengambil rapot. Kemudian wali kelas memanggil adinda untuk maju ke dapan mengambil rapot sembari menanyakan kesehatan adinda Raihan, Raihan pun menjawab, sudah mendingan tad. Adinda Raihan pun kembali ke kamar dan wali kelas melanjutkan melayani orang tua santri lain untuk mengambil rapot.
Pada tanggal 2 Januari 2020 masih dalam masa libur semester I, orang tua adinda Raihan datang ke pondok dan dilayani oleh salah satu staf pondok pesantren Ust. Tatang. Pada saat itu orang tua korban melaporkan hasil tindakan rumah sakit. Ust tatang pun menerima laporan tersebut dan segera menindaklanjuti dengan melapor kepada Kepala Sekolah dan Bagian Keamanan pesantren.
Segera setelah menerima laporan dari Ust. Tatang, tim kemanan dan kesiswaan Pondok Pesantren Al-Ittihad menindaklanjuti dengan menghubungi orang tua santri yang dilaporkan menjadi pelaku yang bernama Fikri Prayoga, yang merupakan teman sekelas & sekamar dari raihan. Keesokan harinya, jam 2 siang orang tua korban dan orang tua santri yang dilaporkan menjadi pelaku dimediasi oleh Bagian Keamanan dan Kepala sekolah.
Keamanan berusaha menggali informasi dari santri yang dilaporkan menjadi pelaku oleh korban dihadapan semua pihak yang terlibat. Kemudian santri yang dilaporkan menjadi pelaku kekerasan yang bernama Fikri, mengakui telah menendang bagian selangkangan dengan kaki bagian luar.
Kepala sekolah memediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan. Dan orang tua dari Pelaku beritikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Setelah pertemuan itu, bagian keamanan pondok pesantren Al-Ittihad terus membangun komunikasi kepada ke dua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik kepada keluarga korban ataupun kepada keluarga pelaku. Selanjutnya hari Minggu pagi tanggal 5 januari 2020 keluarga pelaku mengunjungi ke rumah orang tua korban untuk menindaklanjuti itikad baik tersebut. Pada sore harinya keluarga pelaku menemui Ust adit sebagai wali kelas dan menceritakan kepada wali kelas bahwa orang tua korban meminta sejumlah uang, tapi tidak ada kesepakatan antara orang tua korban dan orang tua pelaku. Mendapat informasi keluarga pelaku ada di pondok pesantren, bagian keamanan mengundang keluarga pelaku untuk bertemu di kantor sekolah, namun keluarga pelaku langsung meninggalkan pondok pesantren tanpa memberikan konfirmasi, sedangkan tim pondok pesantren sedang menunggu di kantor.
Tanggal 6 januari 2020 tim dari pondok pesantren Al-Ittihad berniat menjenguk Ananda Raihan namun pada saat itu orang tua adinda Raihan sedang dalam perjalanan menuju Cianjur untuk melaporkan masalah ini ke pihak berwajib. Kemudian bagian keamanan menelepon orang tua korban apakah akan datang ke pondok atau tidak. Kemudian keluarga korban meng iyakan dan bertemu bagian keamanan di kantor sekolah bada maghrib serta memberikan surat tanda bukti lapor dari kepolisian.
Keluarga korban meminta bertemu dengan pimpinan pondok pesantren, dengan senang hati bagian keamanan pesantren mengantar keluarga korban menemui pimpinan. Di rumah pimpinan keluarga korban menceritakan hasil pertemuan dengan keluarga pelaku di rumah korban. Orang tua korban menanyakan sikap pesantren dan pelaku. Pimpinan pesantren bersikap supaya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan sesuai dengan peraturan dan tata tertib pesantren.
Orang tua korban pun membuka kesempatan kepada keluarga pelaku untuk melakukan mediasi kembali di pesantren sampai menemukan kesepakatan.
Tanggal 7 januari hari selasa pagi, wali kelas menghubungi keluarga pelaku untuk melaksanakan mediasi di pesantren dan keluarga pelaku sedang dalam perjalanan ke pesantren dan bertemu dengan pimpinan pesantren pada sore harinya. Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian itu terjadi di awal bulan desember ketika ujian semester sedang berlangsung (saksi lupa tanggal dan hari pasti kejadiannya). Dari hari kejadian sampai pada hari kamis 19 desember 2019 tidak ada aduan, laporan, ataupun keluhan dari korban ataupun dari saksi, sehingga korban melakukan aktifitas seperti biasa termasuk melaksanakan ujian semester sampai akhir. Namun pada hari selasa pagi tanggal 7 Januari 2020, kami mendapati postingan akun Leni Yuliani Khadavi terkait masalah ini secara sepihak tanpa konfimasi pada pihak pesantren, serta memungkinkan terjadinya kesalah pahaman dan dis infomasi yang berujung kepada pencemaran nama baik Pondok Pesantren Al-Ittihad.

2. Menghimbau kepada seluruh pihak yang berada di luar lingkungan Pondok Pesantren Al-Ittihad untuk lebih Bijak menyikapi berita & informasi yang beredar di media sosial saat ini. Alangkah baiknya, jika kemudian bertanya dan meminta informasi secara langsung ke pihak Pondok Pesantren untuk mendapatkan informasi secara utuh & menyeluruh. Bagi yang sudah terlanjur membagikan postingan tersebut dimohon untuk segera menghapusnya.

Demikian klarifikasi dan hak jawab ini kami buat dan kami sampaikan, semoga ada manfaat dan maslahat untuk kita bersama.

Wallohu muwafiq illa aqwamittoriq

Wassalamu 'alaikum wr.wb

Al-Ittihad, 8 Januari 2020
Humas AlIttihad

 

Sumber: https://www.facebook.com/infoalittihad/posts/2428560817270754

 

 


Tulis Komentar:
Anda harus masuk untuk memberikan komentar! ^_^
Muhammad Fadhli Dzil Ikram Lubis (22 Juli 2020 - 02:51 WIB )

terimakasih